Mei 19, 2009
· Disimpan dalam Pengusaha
Dulu, sy terus terang meremehkan wiraswasta. Pertama kali wiraswasta pun bisa dibilang sedikit karena faktor terpaksa, kepepet, karena menganggur dan tak kunjung-kunjung dapat pekerjaan.
Pertama kali paradigma berubah saat pertama kali ketemu seorang wkraswastawan di bandung. Orangnya pendek, seorang dosen, dan memang terlihat bukan profil “orang kaya”. Mobilnya pun ala kadarnya, Toyota Kijang tahun 90an awal.
Hingga suatu saat sy dikasih laporan penjualan perusahaannya. Gileee…. Presiden pun kalah penghasilannya.
Lagi ketika ketemu dengan seorang tua. Orangnya ganteng, walaupun umur sudah melewati 60 tahun. Nyante banget, gak terlalu pinter, cuma pengalamannya luas dan sangat hebaaad. Ketika ngobrol ttg bisnis beliau ini sukanya merendah. Tapi omzetnya setahun sudah milyaran… padahal bisnis produk recehan.
Masih banyak lagi… Gilee dah… banyak orang hebat di sekitar kita. Yang gak kelihatan dan cenderung merendah, itu semua karena mereka wiraswasta. Bandingkan dengan karyawan, gaji 5 juta pun sudah dipamerkan…. Maluww aku maluww….
April 25, 2009
· Disimpan dalam Pengusaha
Sebagai wiraswasta, salah satu kebanggannya adalah kondisi lebih cepat berubah (entah lebih baik ataupun malah lebih buruk). Adapun kaum pegawai selalu stagnan kondisinya, perubahannya transient, tidak pernah eksponensial.
2 tahun lalu, saya blum punya apa-apa.
ALhamdulillah, sekarang sudah ada rumah, dan mobil (pinjaman).
Disertai anak-anak, lengkap sudah rasanya hidup ini.
Alhamdulillahi rabbil alamiin
Semoga
April 7, 2009
· Disimpan dalam Pemikiran Bebas, Pengusaha
Ini fenomena anehhhhh….
Di RT saya, hampir semua wanitanya (kaum Ibu) pergi bekerja…..
Yang di rumah, cuma istri saya doang….
Walhamdulillahi rabbil alamiin….
Maret 5, 2009
· Disimpan dalam Pengusaha
Tanya:
Apa hukumnya makan daging kelinci?
Jawab:
Hukumnya mubah, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5215) dan Muslim (1953) dari Anas bin Malik -radhiallahu anhu- bahwa Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pernah dihadiahi sepotong paha kelinci oleh Abu Thalhah lalu beliau menerimanya. Ini adalah pendapat Sa’ad bin Abi Waqqash, Abu Said, Atha, Ibnul Musayyab, Al-Laits, Malik, Asy-Syafi’i, Abu Tsaur dan Ibnul Mundzir, bahkan Ibnu Qudamah berkata, “Kami tidak mengetahui ada seorang pun yang berpendapat akan haramnya kelinci kecuali apa yang diriwayatkan dari Amr bin Al-Ash.” Lihat Al-Mughni karya Ibnu Qudamah (9/328).
Juli 7, 2008
· Disimpan dalam Pengusaha
bersabarlah dengan baik….
sungguh dekat waktu kebahagiaan…..
Barang siapa yg mengharap kepada Allah dalam urusannya maka akan sukses….
Barang siapa yg mengharap kepada Allah, maka akan mendapatkan sesuai harapannya…
PS: Syair imam syafii diterjemahkan dari buku diwan imam syafii.
(lagi nunggu transferan setelah lama ditunda2…., semoga siang ini bisa diterima…, insyallah….)
Juni 23, 2008
· Disimpan dalam Pengusaha
Bisnis pada dasarnya ibarat peperangan….
Jika prajurit berperang di medan laga, maka pebisnis berperang di medan ekonomi…
JIka prajurit bisa kehilangan nyawa, maka pebisnis bisa kehilangan harta…
Karena itu kenapa takut berbisnis????
Rugi itu biasa, Kehilangan uang tidak membuat kita mati..