Arsip untuk Februari, 2009

Penting mana jaipong dan kemiskinan

Iseng2 melihat detiknews, ada sebuah laporan khusus membahas tentang jaipong dan kemiskinan. Mana yang harus diprioritaskan?????? Melarang Jaipong atau Menanggulangi kemiskinan………

Ada sebuah kisah yang hampir mirip, tentang kisah Muawiyah radiallahu anhu dan Abi muslim al khaulani, di copas dari sebuah website yang malas saya sumbernya agar tak ada backlink.

………

Abu Muslim lalu memanggilnya di antara kelompok manusia dan berkata, “Ingatlah wahai Muawiyah, bahwa kamu akan mati entah hari ini atau besok, dan bahwa tempat tinggalmu adalah kuburan…apabila kamu mendatanginya dengan membawa sesuatu, maka kamu akan mendapatkan sesuatu padanya. Dan bila kamu mendatanginya dengan tangan hampa, maka kamu akan mendapatkannya kosong dan rata.

Dan sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada Allah untukmu wahai Muawiyah, agar kamu tidak beranggapan bahwa khilafah (kepemimpinan) hanya sekedar menggali sungai…mengumpulkan harta…Akan tetapi khilafah adalah beramal dengan al-haq…berkata adil…dan mengajak manusia kepada keridlaan Allah…

Wahai Muawiyah, sesungguhnya kami tidak peduli dengan keruhnya sungai apabila mata kepala kami jernih dan sesungguhnya engkau adalah mata kepala kami, maka berijtihadlah agar engkau senantiasa jernih.

Wahai Muawiyah, sesungguhnya engkau apabila berbuat dzalim kepada satu orang, maka kadzalimanmu akan menghilangkan keadilanmu.

Maka hati-hatilah kamu dari berbuat dzalim…
Karena sesungguhnya kedzaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.”

………..

Maka kami pun mengkiaskan kalimat di atas bahwa kepemimpinan bukan hanya sekedar mengentaskan kemiskinan, mengingat kemiskinan adalah hal yang sepele. Tapi kepemimpinan adalah mengajak kepada yang lebih besar, yaitu kepada kebenaran, berkata adil dan mengajak manusia kepada keridlaan Allah.

Ini bukanlah bentuk dukungan terhadap politisi dari parpol tertentu karena sikap kami adalah apolitik dan ademokrasi. Hanya saja, seburuk-buruknya orang, seharusnya selalu rujuk kepada kebenaran, bahkan seandainya masih sering bermaksiat sekalipun. Kemiskinan memang masalah, tapi kemiskinan adalah sesuatu yagn enteng, bukanlah sesuatu yang “menakutkan“. Kami terbiasa untuk miskin, sebagaimana kami terbiasa juga untuk kaya.

Komentar bertahan »